Selasa, 23 April 2013

lembaga negara

LEMBAGA- LEMBAGA NEGARA

A. MENGENAL NEGARA

1. PENGERTIAN NEGARA


Mengingat bahwa dahulu manusia selalu ingin hidup dalam kelompok yang biasanya hidup di suatu tempat yang dianggap aman dan memiliki sumber penghidupan bagi kelompoknya. Hidup bersama dalam sebuah kelompok memerlukan seorang pemimpin yang dapat mengatur kehidupan kelompok. Seorang pemimpin mempunyai kekuasaan untuk mengatur anggota-anggota kelompoknya. Kelompok yang awalnya kecil lambat laun semakin besar sehingga membutuhkan sebuah peraturan untuk menjaga ketertiban dan keteraturan hidup.
Pada kelompok yang lebih besar, manusia membutuhkan seorang pemimpin yang lebih kuat dimana peraturan yang mengaturpun harus berubah. Peraturan yang dibuat selain peraturan lisan terdapat peraturan tertulis untuk menambah daya ikat dan paksa dari peraturan tersebut.

Dalam kelompok yang besar perlu ditata lebih baik, untuk itu perlu dibentuk sebuah organisasi. Organisasi ini memiliki kekuasaann atas orang-orang yang dipimpinnya. Organisasi tersebut disebut dengan Negara. Dalam KBBI, negara diartikan sebagai berkumpulnya orang – orang yang merasa satu bangsa dengan wilayah yang tertentu dan mempunyai pemerintahan yang sah.

2. UNSUR – UNSUR NEGARA
Berdirinya suatu Negara harus meliputi unsur – unsur sebagai berikut :
a. Wilayah Negara
Wlayah Negara merupakan tempat dimana rakyat tinggal menetap dan tempat untuk menyelenggarakan pemerintahan. Wilayah sebuah Negara terdiri dari wilayah darat, perairan dan udara.
b. Rakyat Negara
Rakyat adalah semua orang yang berdiam di wilayah suatu Negara dan wajib patuh pada peraturan dan kekuasaan Negara tersebut. Rakyat ini terdiri dari penduduk asli dan penduduk asing. Penduduik terdiri atas warga Negara dan bukian warga Negara.
c. Pemerintahan Negara
Pemerintah adalah lembaga atau kelompok yang diberi kepercayaan oleh rakyat untuk menjalankan kekuasaan Negara berdasarkan Undang – Undang Dasar. Kekuasaan ini bersifat penuh dalam rangka maengatur seluruh kehidupan rakyat tanpa campur tangan dari Negara lain.

3. DASAR NEGARA
Negara memerlukan perangkat UUD yang kuat dan tahan lama agar Negara dapat berdiri kokoh. Negara Indonesia dibangun berdasarkan UUD 1945.atas dasar UUD saja masih tergolong kurang cukup, untuk itu perlu dibangun nilai-nilai dasar sebagai falsafah atau pandangan hidup bangsa dan Negara. Pada alenia ke-4 pad pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa dasar Negara Indonesia adalah pancasila.



4. BENTUK NEGARA
Di dunia terdapat beberapa bentuk Negara. Beberapa Negara di dunia berbentuk kerajaan dimana diperintah oleh seorang raja. Dan Negara berbentuk republic yang diperintah oleh seorang presiden.
Indonesia termasuk Negara yang berbentuk republic. Hal ini sesuai dengan pembukaan UUD 1945 pada alenia ke-4 yang menetapkan bahwa Negara Indonesia adalah Negara berbentuk republic yang berkedaulatan rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih oleh rakyat untuk suatu jangka waktu tertentu.

5. TUJUAN NEGARA
Tujuan Negara merupakan sesuatu yang harus diutamakan dalam pembentukan suatu Negara. Tujuan bangsa Indonesia sangat jelas yaitu tertulis pada Pembukaan UUD1945 alenia ke-4 yang menyebutkan bahwa “untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.”

6. KELAHIRAN NKRI

NKRI terbentuk melalui proses yang sangat lama. Pada awalnya, keinginan untuk membentuk membentuk Negara Indonesia lahir dari kesadaran atas penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat (Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Jepang). Dalam membentuk NKRI hal yang dilakukan pertama adalah membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia sebagai satu bangsa dan Negara melalui organisasi-organisasi seperti Boedi Oetomo.
Perjuangan bangsa Indonesia tidak sia-sia karena pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamiorkan kemerdekaannya. Sehingga sejak saat itu bangsa Indonesia lahir sebagai sebuah Negara yang berdaulat, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


B. SUSUNAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA

Susunan lembaga-lembaga Negara Indonesia sejak amandemen terhadap UUD 1945 dapat dilihat melalui bagan berikut ini :

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Gedung DPR RI dan MPR RI
Berdasarkan UUD 1945 amandemen ke 4 pada pasal 2 menyebutkan bahwa MPR adalah sebuah majelis yang terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih secara langsung melalui pemilihan umum. MPR bersidang sedikitnya bersidang satu kali dalam lima tahun di ibu kota Negara. Segala keputusan MPR ditetapkan dengan suara yang terbanyak.
Sesuai dengan pasal 3 UUD 1945 menyebutkan beberapa tugas dan kewenangan MPR sebagai berikut :
 Mengubah dan menetapkan UUD
 Melantik Presiden dan / atau Wakil Presiden
 Memberhentikan Presiden atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa kekuasaan MPR sangat besar dalam kehidupan Negara Indonesia yaitu tidak ada lembaga Negara lain yang berwenang mengubah dan menetapkan UUD selain MPR, serta tidak ada lembaga Negara lain yang dapat melantik serta memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden kecuali MPR.
Taufik Kemas saat disumpah menjadi ketua DPR RI

2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Ketua DPR RI Marzuki Alie

DPR merupakan sebuah lembaga Negara yang dipilih oleh rakyat secara langsung dalam pemilihan umum sesuai dengan pasal 19 ayat 1. susunan DPR diatur dengan Undang-Undang sesuai pasal 19 ayat 2. DPR bersidang sedikitnya satu kali dalam satu tahun (pasal 19 ayat 3).
Disebutkan bahwa DPR mempunyai tugas sebagai berikut :
a) Membentuk undang-undang, DPR bekerja sama dengan dengan Presiden
b) Membahas rancangan undang-undang (RUU) bersama Presiden demi mendapat persetujuan bersama
c) Membahas dan menetapkan rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja Negara (RAPBN) yang diajukan Presiden dengan memerhatikan pertimbangan DPD

Selain itu, DPR juga mempunyai fungsi sebagai berikut :
a) Fungsi Legilasi berkaitan dengan wewenang DPR dalam pembentukan undang-undang.
Untuk membuat undang-undang, DPR bekerja sama dengan Presiden. Jika terdapat rancangan undang-undang, maka akan dibahas bersama antara DPR dengan Presiden.
Bila peraturan tersebut disetujui, maka peraturan tersebut akan disahkan oleh pemerintah sebagai peraturan perundang-undangan bagi rakyat.
Di tingkat daerah, DPRD bekerja sama dengan pemerintah setempat, seperti Gubernur dan Bupati atau Walikota, untuk membuat sebuah peraturan bagi daerahnya.

b) Fungsi Anggaran
Fungsi ini berhubungan dengan wewenang DPR dalam menyusun danmenetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) bersama Presiden di tingkat pusat atau Rancangan Anggaran Pendapatan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) bersama kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten / kota.

c) Fungsi Pengawasan
Fungsi ini mengawasi jalannya pemerintahan agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan fungsinya, DPR diberikan hak-hak yang diatur dalam pasal-pasal UUD 1945. hak-hak tersebut adalah sebagai berikut :
  •  Hak Interpelasi, yaitu hak DPR untuk meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintahan.
  • Hak Angket, yaitu hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
  • Hak Menyatakan Pendapat merupakan hak DPR sebagai lembaga untuk menyatakan pendapat berkaitan dengan kebijakan pemerintah atau tentang kejadian luar biasa di tanah air atau situasi dunia internasional disertai dengan rekomondasi penyelesaiannya.
DPR dalam menjalankan tugas sehari-hari terbagi dalam komisi-komisi. Setiap komisi mempunyai lingkup kerja sendiri-sendiri. Mereka biasanya bekerjasama dengan instansi pemerintah atau khalayak masyarakat, seperti pada penjelasan berikut ini :

No Komisi/ Panitia Ruang Lingkup atau Tugas
1 Komisi I Bidang luar negeri, pertahanan, dan informasi
2 Komisi II Pemerintahan, otonomi daerah, dan aparatur Negara
3 Komisi III Bidang Hukum dan keamanan
4 Komisi IV Bidang pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan
5 Komisi V Bidang perhubungan, telekomunikasi, dan pekerjaan umum
6 Komisi VI Bidang industri, perdagangan, investasi, dan BUMN
7 Komisi VII Bidang pertambangan dan lingkungan hidup
8 Komisi VIII Bidang social, agama, dan pemberdayaan perempuan
9 Komisi IX Bidang kesehatan dan tenaga kerja
10 Komisi X Bidang pendidikan, pemuda, dan olah raga
11 Komisi XI Bidang keuangan dan perbankan
12 Panitia anggaran Seputar Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). RAPBN diajukan oleh pemerintah untuk dibahas bersama anggota DPR sampai ditetapkan menjadi UU tentang APBN

Berkaitan dengan tugas sehari-hari, anggota DPR memiliki hak-hak antara lain sebagai berikut :
  • Hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat dengan memperhatikan tata karma, etika, sopan santun, sehingga terdapat kemandirian tanpa campur tangan dari siapapun dalam membuat keputusan.
  • Hak Imunitas, adalah hak anggota DPR untuk kebal dari tuntutan di muka pengadilan karena pernyataan dan pendapat yang disampaikan dalam rapat-rapat DPR, baik dengan pemerintah maupun rapat-rapat DPR lainnya.
  • Hak bertanya secara lisan maupun tulisan adalah hak anggota DPR untuk bertanya berkaitan dengan tugas dan wewenang DPR termasuk hak mengajukan usul RUU.

3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
DPD adalah sebuah lembaga baru sebagai perwakilan atau utusan dari daerah. DPD juga merupakan badan legislasi baru atau pembuat undang-undang dalam Negara Indonesia. Hal itu sesuai dengan hasil amandemen UUD 1945.
Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum. Julah anggota DPD dari setiap provinsi adalah sama, dan jumlah dari anggota DPD tidak lebih dari sepertiga jumlah DPR RI. DPD sedikitnya bersidang satu kali dalam satu tahun. Susunan dan kedudukan DPD diatur dengan UU. Anggota DPD dapat diberhentikan dari jabatannya dengan tata cara yang diatur dalam UU.

Ketua DPD PDIP Jatim Salehmukadar

Tugas DPD dalam UUD 1945 pasal 22D adalah sebagai berikut :
1) Mengajukan RUU kepada DPR yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran, an penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam serta yang berkaitan dengan pertimbagan kekuasaan pusat dan daerah.
2) Ikut membahas undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat-daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan aerah pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.
3) Dapat mengawasi pelaksanaan undang-undang berkaitan dengan otonomi daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lain, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, agama, serta menyampaikan hasil pengawasan kepada DPR.



4. Presiden dan Wakil Presiden
Pada pasal 4 ayat (1) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut undang-undang dasar. Presiden disebut sebagai kepala Negara. Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden dalam melaksanakan kewajibannya. Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilihan umum. Dalam menjadi Presiden dan Wakil Presiden terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi, antara lain :
  • Harus warga Negara Indonesia asli dan tidak pernah menjadi warga Negara lain.
  • Tidak pernah mengkhianati Negara
  • Mampu secara fisik dan rohani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden
  • Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu
  • Calon Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih harus memperoleh suara lebih dari 50 persen dalam pemilu atau 20 persen suara di setiap provinsi
  • Sebelum menjalankan tugas, Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bersumpah berdasarkan agamanya masing-masing di hadapan MPR dan DPR RI
  • Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan sesuadahnya dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan.
Hasil amandemen UUD 1945 menyebutkan tentang kepresidenan berisi hal-hal sebagai berikut :
  • Menurut system pemerintahan Negara berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen, Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung
  • Presiden memiliki legitimasi (pengesahan) yang lebih kuat karena didukung secara langsung oleh rakyat
  • Presiden tidak lagi di bawah MPR melainkan setingkat dengan MPR
  • Presiden bukan berarti dictator, sebab jika Presiden melanggar undang-undang dalam melaksanakan tugasnya, MPR dapat memberhentikan Presiden alam masa jabatannya.

Setelah dilantik, presiden dan wakil presiden menjalankan program yang telah dirancangnya sendiri. Presiden menyusun sendiri program pembangunan yang tentunya tidak boleh menyimpang dari tujuan pembentukan NKRI sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945.

Suasana pelantikan presiden dan wapres
Presiden dan wakil presiden dapat diberhentikan dari jabatannya jika telah memenuhi syarat-syarat tertentu sebagai berikut :
a. Melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap Negara
b. Melakukan korupsi
c. Melakukan penyuapan
d. Melakukan tindak pidana berat lainnya atau perbuatan tercela
e. Terbukti tidak ada lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan atau Wakil Presiden.

5. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Gambar gedung BPK

BPK adalah suatu lembaga Negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan Negara. BPK dalam menjalankan tugas harus bebas dari campur tangan atau pengaruh siapapun. Hasil pemeriksaan keuangan Negara oleh BPK akan diserahkan kepada DPR RI, DPD dan DPRD sesuai dengan kewenangannya dan hasil pemeriksaannya ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan /atau badan sesuai dengan undang-undang.
Anggota BPK dipilih oleh DPR RI dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. BPK berkedudukan di ibu kota Negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi.


6. Kekuasaan Kehakiman
Pada pasal 24 UUD 1945 menyebutkan bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hokum dan keadilan. Kekuasaan yang merdeka maksudnya adalah kekuasaan yang tidak dapat dipengaruhi oleh kekuasaan lain. Kekuasaan kehakiman dibagi dalam dua lembaga peradilan, yaitu peradilan umum dan peradilan khusus.
• Peradilan umum meliputi : Makamah Agung, Pengadilan Tinggi, dan Pengadilan Negeri.
• Peradilan Khusus meliputi : Peradilan agama, peradilan militer, peradilan tata usaha Negara, dan peradilan hak asasi manusia.

a. Makamah Agung (MA)

Makamah Agung adalah suatu pengadilan tertinggi dari semua lingkup pengadilan di Negara Indonesia. MA bertugas mengadali semua perkara dari Pengadilan Tinggi. Ketua dan Wakil Ketua MA dipilih dari dan oleh Hakim Agung.
Gambar gedung MA
Hakim Agung adalah hakim yang memiliki kepribadian baik, adil, professional, dan berpengalaman di bidang hokum. Pengangkatan Hakim Agung ditetapkan oleh Presiden. Calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada DPR RI untuk mendapat persetujuan sebelum ditetapkan oleh Presiden. Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukum acara MA serta badan peradilan di bawahnya diatur dengan undang-undang.


b. Mahkamah Konstitusi (MK)
Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga kehakiman baru di wilayah kekuasaan kehakiman yang dibentuk berdasarkan hasil amandemen UUD 1945. lembaga ini mempunyai 9 orang anggota hakim konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden. Sembilan anggota tersebut diajukan masing-masing tiga orang oleh MA, tiga orang oleh DPR, dan tiga orang oleh Presiden. Pengangkatan Hakim Konstitusi ditetapkan oleh Presiden. Ketua dan Wakil Ketua MK dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi.
Hakim Konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan, serta tidak merangkap sebagai pejabat Negara.
MK mempunyai kewenangan sebagai berikut :
1) Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap undang-undang dasar
2) Memutuskan sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh undang-undang dasar
3) Memutuskan pembubaran partai politik
4) Memutuskan perselisihan tentang hasil pemilu


c. Komisi Yudisial (KY)
Komisi Yudisial (KY) merupakan lembaga negara Negara yang dibentuk berdasarkan hasil amandemen UUD 1945. lembaga ini berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung. Lembaga ini berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung, selain itu dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.
Lembaga KY terdiri dari tujuh orang anggota. Anggota lembaga ini harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang hokum serta memiliki integritas serta kepribadian yang tidak tercela. Anggota KY diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Susunan keanggotaannya diatur dengan undang-undang.

Ringkasan Materi IPS Kelas 5 SD

KENAMPAKAN ALAM WILAYAH INDONESIA

 Wilayah Indonesia secara garis besar terdiri dari wilayah daratan dan wilayah perairan.
I.       Wilayah Daratan
Merupakan bagian permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat.  Terdiri dari :
1. Dataran Rendah
·         Merupakan dataran yang memiliki ketinggian 0 – 500 m dpl.
·         Biasanya dimanfaatkan untuk pertanian tanah sawah, permukimam dan perindustrian.
2. Dataran Tinggi
·         Merupakan dataran yang memiliki ketinggian lebih dari 600 m dpl.
·         Contoh :  Dieng (Jawa Tengah), Ijen (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat) dan Gayo (Aceh)
3. Pantai
·         Merupakan perbatasan wilayah daratan dan perariran laut.
·         Terdiri dari pantai curam dan pantai landai.
·         Pantai curam adalah pesisir atau tepi laut yang terjal.  Contoh :  pantai di selatan pulau Jawa, pantai Pacitan (Jawa Timur)
·         Pantai landai adalah pesisir atau tepi laut yang daratannya menurun sedikit demi sedikit ke arah laut.  Contoh :  pantai di utara pulau Jawa, pantai Ancol.
4. Pengunungan
·         Merupakan rangkaian gunung yang sambung menyambung satu sama lain dan memiliki ketinggian lebih dari 600 m dpl.
·         Contoh : 
a.    pegunungan Jayawijaya di Papua  (5.030 m dpl)
b.    pegunungan Bukit Barisan di Sumatra Barat
c.    pegunungan Serayu, pegunungan Tengger, pegunungan Dieng di pulau Jawa
d.    pegunungan Kapuas, pegunungan Iban di perbatasan Malaysia dan Kalimantan
e.    pegunungan Schwaner dan pegunungan Muller di propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
f.    pegunungan Beludawa di Sulawesi Utara dan Gorontalo
g.    pegunungan Utilemba di Gorontalo
h.    pegunungan Verbeek di perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
i.     pegunungan Mekongga di Sulawesi Tenggara
j.     pegunungan Quarles di Sulawesi Selatan
5. Gunung
·         Merupakan bukit yang sangat besar dan tinggi dengan ketinggian biasanya 600 m dpl
·         Terdiri dari gunung berapi atau gunung aktif dan gunung tidak berapi atau gunung tidak aktif.
·         Gunung berapi adalah gunung yang di dalamnya terdapat lahar panas.  Contoh :  Peutsago di Aceh (2.081 m), gunung Geureudong di Aceh (2.240 m), gunung Burnitelong di Aceh (2.617 M), gunung Anak Krakatau di selat Sunda (913 m), gunung Malabar di Jawa Barat (2.221 m), gunung Liangpran di Kalimantan Timur (2.240 m), gunung Gandadiwata di Sulawesi Selatan (3.017 m), gunung Merapi di Jawa Tengah (2.912 m).
·         Gunung tertinggi di pulau Sumatra adalah gunung Kerinci (3.085 m)
·         Gunung tertinggi di puau Jawa adalah gunung Semeru (3.677 m)
·         Gunung tertinggi di pulau Kalimantan adalah gunung Raya (2.272 m)
·         Gunung tertinggi di pulau Sulawesi adalah gunung Rantekompola tau Rantemario (3.440 m)
6. Lembah (Ngarai)
·         Merupakan tanah yang lebih rendah dari sekitarnya yang berada di tepi kiri dan kanan sungai serta kaki gunung.
·         Lembah terbentuk karena pengikisan oleh air atau dapat juga terjadi karena peretakan pada permukaan bumi.
·         Lembah biasanya merupakan daerah yang subur
·         Contoh :  lembah Anai dan Ngarai Sianok di Sumatra Barat, yang lembah Baliem di Papua
7. Tanjung (Semenanjung)
·         Merupakan daratan yang menjorok ke laut.
·         Tanjung yang besar dan memanjang disebut jazirah.
·         Tanjung di Indonesia sering digunakan sebagai taman nasional contohnya :  tanjung Putting di Kalimantan Tengah, dan semenanjung Ujung Kulon di Banten
II.     Wilayah Perairan 
Merupakan bagian dari bentang alam di permukaan bumi yang menempati wilayah yang luas dan digenangi air.  Terdiri dari :
1. Sungai
·         Merupakan aliran air yang besar di wilayah daratan,
·         Bagian hulu sungai merupakan tempat mata air.  Biasanya terdiri atas anak-anak sungai.
·         Tempat pertemuan air laut dan aliran  sungai disebut muara sungai.
·         Sungai terpanjang di Indonesia adalah sungai Kapuas Besar di Kalimantan Barat (1.010 km)
·         Sungai terpanjang di Papua adalah sungai Memberamo (670 km)
·         Sungai terpanjang di pulau Sumatra adalah sungai Batanghari (673 km)
·         Di Kalimantan Selatan sungai juga digunakan sebagai tempat jual beli yang disebut pasar apung terdapat di pertemuai sungai Martapura dengan sungai Barito di Banjarmasin.
2. Danau
·         Merupakan genagan air yang sant luas dan dikelilingi oleh daratan.
·         Danau terdiri atas danau alam dan danau buatan
·         Danau alam adalah danau yang terjadi secara alamiah.  Contoh danau Toba di Sumatra Utara.
·         Danau buatan (waduk) adalah danau yang dibuat oleh manusia.  Contoh : waduk Jatiluhur di Jawa Barat.
·         Danau terluas di Indonesia adalah danau Toba (1.773 km2).  Di tengah danau Toba terdapat pulau Samosir.
·         Danau terluas di pulau Sulawesi adalah danau Towuti (572 km2).  Di tengah danau Towuti terdapat pulau Luha
3. Rawa
·         Merupakan tanah yang rendah umumnya terletak di daerah pantai yang digenangi air.
·         Di rawa banyak tumbuh tumbuhan air yang mirip rumput.
·         Rawa bisa berupa bentangan luas atau sempit
·         Rawa ada yang berair tawar atau berair payau.
·         Kedalaman rawa yang berair tawar tergantung pada musim.
·         Kedalaman rawa yang berair payau tergantung dari pasang naik dan pasang surut.
·         Contoh :
a.    Rawa di bagian timur pulau Sumatara membentang dari propinsi NAD, Sumatra Utara, Riau, Jambi, hingga Sumatra Selatan.
b.    Rawa di pantai selatan Kalimantan Barat.
c.    Rawa di sekitar danau Tempe (Sulawesi Selatan).
d.    Rawa di daerah pantai hingga ke pedalaman Merauke.
4. Selat
·         Merupakan laut yang sempit yang menghubungkan 2 pulau atau lebih yang berdekatan.
·         Contoh :
a.    Selat Malaka (antara pulau Sumatra dan Malaysia)
b.    Selat Sunda (antara pulau Jawa dan pulau Sumatra)
c.    Selat Makasar (antara pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi)
d.    Selat Bali (antara pulau Jawa dan pulau Bali)
5. Teluk
·         Merupakan bagian laut yang menjorok ke daratan.
·         Teluk berbentuk laut yang pantainya melengkung hampir mengitari perairan laut
·         Perairan di teluk tenang sehingga sering dibangun pelabuhan.
·         Contoh :  teluk Lampung, teluk Jakarta, teluk Balikpapan, teluk Bone, teluk Tolo, teluk Tomini (di pulau Sulawesi), teluk Cendrawasih, teluk Berau (di Papua).
6. Samudra
·         Merupakan laut yang sangat luas.
·         Samudra menghubungkan benua-benua.
·         Samudra digunakan untuk jalur lalu lintas kapal laut besar.
·         Contoh :  Samudra Hindia (di sebelah barat Indonesia) dan Samudra Pasifik (di sebelah timur Indonesia)
7. Laut
·        Merupakan kumpulan air asin yang menggenangi sebagian besar permukaan bumi dan memisahkan daratan menjadi beberapa pulau besar, pulau kecil, serta benua.
·        Permukaan air laut selalu bergelombang, berubah, dan bergerak.
·        Contoh :  laut Banda (laut terdalam di Indonesia), laut Arafura (di kepulauan Aru), laut Jawa (di pulau Jawa). 
Selamat Belajar .........................

materi ipa kelas 4 sd

A. PENGERTIAN AIR
Pengertian air adalah zat cair yang ada dipermukaan bumi, air merupakan zat cair yang paling banyak jumlahnya di bumi, hampir 2/3 dari seluruh permukaan bumi ditutupi oleh air.

B. SIFAT-SIFAT AIR
1. AIR MENEMPATI RUANG
Air mempunyai sifat menempati ruang,contohnya air yang dituangkan pada gelas maka air itu akan menempati ruang dalam gelas, begitu juga air yang dituangkan kedalam botol maka air akan menempati ruangan dari botol.
Percobaan:
langkah-langkah
a)ambillah gelas ataau botol kosong
b)isilah gelas dengan air hingga penuh
C) apa yang terjadi dengan air?
Amatilah!
Maka Air yang dituangkan akan menempati seluruh ruang pada botol atau gelas tersebut.

2. AIR MEMPUNYAI BERAT
Air memiliki berat. contohnya apabila sebuah ember yang kosong diisi air hingga penuh maka, apabila ember tersebut diangkat akan terasa berat.
Percobaan:
Langkah-langkah
a) ambillah ember kosong
b) angkatlah ember tersebut atau timbanglah berat ember.
c} letakan ember dan tuanglah air kedalamnya hingga penuh.
d) angkatlah ember tersebut! apa yang dirasakan? apakah berat ember sama dengan berat ember awal?
Maka dapat disimpulkan air itu memiliki berat.

3. PERMUKAAN AIR YANG TENANG SELALU DATAR
Air tenang memiliki sifat permukaannya selalu datar, contohnya air didalam gentong, gelas atau benda yang lain apabila diamati permukaan air itu akan selalu datar.
Percobaan:
Melihat permukaan air tenang
Langkah-langkah
a)masukan air dalam gelas
b)aduklah air tersebut beberapa saat!
c)tunggu hingga air tenang
d)bagaimana permukaan air setelah tenang?

Kesimpulannya permukaan air yang tenang maka akan selalu datar. Sifat permukaan air yang selalu datar digunakan oleh tukang bangunan sebagai dasar pengukuran pemasangan ubin atau tembok batu bata supaya tidak miring.

4. AIR MENGALIR KETEMPAT YANG LEBIH RENDAH
Air mempuyai sifat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. contohnya air sungai, air sungai mengalir dari pegunungan atau mata air di tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.
Percobaan:
Langkah-langkah
a)ambillah sebuah papan dari kayu
b)miringkanlah papan tersebut lalu tuangkan air pada papan tesebut
c)amatilah gerakan air!

Kesimpulan Air yang dituangkan pada permukaan papan akan bergerak ke bawah menuju tanah, karena air memiliki sifat mengalir daritempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

5. AIR MELARUTKAN BEBERAPA ZAT
Air mempunyai sifat dapat melarutkan beberapa zat. contohnya gula yang dimasukan ke dalam air lalu diaduk-aduk maka butiran gula akan hilang, hilangnya butiran gula tersebut karena larut dalam air.
Percobaan:
Langkah-langkah
a)ambillah sebuah gelas kosong
b)isilah gelas dengan air
c)masukan satu sendok gula pasir.
d)aduklah air tersebut!
Amati yang terjadi!

Kesimpulan gula yang ada didalam air akan hilang karena air memiliki sifat dapat melarutkan beberapa zat.

6. AIR MENEKAN KE SEGALA ARAH
Air memiliki sifat menekan kesegala arah. contohnya apabila kantong plastik diisi air lalu kantong plastik tersebut ditusuk jarum maka air akan keluar. keluarnya air itu karena air memiliki sifat menekan ke segala arah.
Percobaan:
Langkah-langkah
a) ambilah sebuah kantong plastik yang besar
b) isilah kantong tersebut dengan air hingga penuh
c) tusuklah kantong tersebut dengan jarum.
d) amatilah apa yang terjadi!

Kesimpulan air yang ada dalam kantong akan keluar setelah ditusuk dengan jarum, karena sir memiliki sifat memekan kesegala arah.


7. AIR MERESAP MELALUI CELAH KECIL
Air memiliki sifat meresap ke celah-celah kecil. contohnya air hujan yang turun dari langit ke permukaan tanah akan menggenangi permukaan tanah tersebut tetapi lama-kelamaan air tersebut akan habis karena air itu meresap melalui celah-celah kecil tanah.
Percobaan:
Langkah-langkah
a) gunting kertas koran dengan ukuran 12 cm x 2 cm
b) isi gelas dengan air berwarna
c) masukan kertas koran kedalam air
d) lakukan langkah 1 - 3 untuk kertas tisue dan kain katun.

Amatilah apa yang terjadi?
Kesimpulan kertas tisue sangat mudah menyerap air tetapi kain katun agak sukar karena bahan yang pori-porinya lebih kecil akan lebih mudah menyerap air.

8. AIR DAPAT BERUBAH WUJUD
Air memiliki sifat dapat berubah wujud. contohnya dalam pembuatan es batu, air yang dibungkus kantong plastik lalu di masukan kedalam kullkas atau pendingin maka air tersebut lama kelamaan akan berubah wujud dari cair menjadi padat.
ada beberapa perubahan wujud benda yaitu:
1. Pencairan/mencair yaitu perubahan wujud dari padat menjadi cair.
2. Pengembunan yaitu perubahan dari gas menjadi cair.
3. Penyubliman yaitu perubahan wujud dari padat menjadi gas

Sumber: Prof. Surya Yohanes.2006.IPA Dibuat Asyik. Jakarta: PT . Armandelta Selaras.

Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung pada Bilangan Bulat kelas 5 sd semester I


A. Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung pada
Bilangan Bulat

Sifat-sifat pengerjaan hitung pada bilangan bulat yang akan dipelajari sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Mungkin kamu pernah menggunakan sifat-sifat tersebut, tetapi belum tahu nama sifat-sifatnya. Sebenarnya seperti apa sifat-sifat itu?
Coba perhatikan penjelasan berikut.

1.Sifat Komutatif (Pertukaran)

a.Sifat komutatif pada penjumlahan
Andi mempunyai 5 kelereng berwarna merah dan 3
kelereng berwarna hitam. Budi mempunyai 3 kelereng berwarna merah dan 5 kelereng berwarna hitam. Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?


Perhatikan gambar.
Ternyata jumlah kelereng Andi sama dengan jumlah kelereng Budi.
Jadi, 5 + 3 = 3 + 5.
Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat komutatif.
Secara umum, sifat komutatif pada penjumlahan dapat ditulis sebagai berikut.

a + b = b + a

dengan a dan b sembarang bilangan bulat.

b. Sifat komutatif pada perkalian
Jumlah kelereng Andi dan Budi sama, yaitu 8 butir. Kelereng Andi dimasukkan ke empat kantong plastik. Setiap kantong berisi 2 butir.
Kelereng Budi dimasukkan ke dua kantong plastik. Setiap kantong berisi 4 butir.
Kelereng Andi dan Budi dapat ditulis sebagai berikut. Kelereng Andi = 2 + 2 + 2 + 2
= 4 × 2 = 8
Kelereng Budi = 4 + 4
= 2 × 4 = 8
Jadi, 4 × 2 = 2 × 4.
Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat komutatif pada perkalian.
Secara umum, sifat komutatif pada perkalian dapat ditulis:

a × b = b × a

dengan a dan b sembarang bilangan bulat.

2. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)

a. Sifat asosiatif pada penjumlahan
Andi mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I
berisi 3 kelereng merah dan 2 kelereng hitam. Kotak
II berisi 4 kelereng putih. Budi juga mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I berisi 3 kelereng merah. Kotak II berisi 2 kelereng hitam dan 4 kelereng putih.
Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan
Budi?


Perhatikan gambar.
Ternyata jumlah kelereng yang dimiliki Andi sama dengan jumlah kelereng yang dimiliki Budi.
Jadi, (3 + 2) + 4 = 3 + (2 + 4).
Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Secara umum, sifat asosiatif pada penjumlahan dapat ditulis:

(a + b) + c = a + (b + c)

dengan a, b, dan c sembarang bilangan bulat.

b. Sifat asosiatif pada perkalian
Andi mempunyai 2 kotak mainan. Setiap kotak diisi
3 bungkus kelereng. Setiap bungkus berisi
4 butir kelereng. Berapa jumlah kelereng Andi?
Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kelereng Andi.
Cara pertama menghitung banyak bungkus. Kemudian, hasilnya dikalikan banyak kelereng tiap bungkus.
Banyak bungkus × banyak kelereng tiap bungkus
= (3 bungkus + 3 bungkus) × 4 butir
= (3 + 3) × 4
= (2 × 3) × 4 = 24 butir
Cara kedua menghitung banyak kelereng setiap kotaknya dahulu kemudian hasilnya dikalikan banyak kotak.
Banyak kotak × banyak kelereng
= 2 × (4 + 4 + 4)
= 2 × (3 × 4) = 24 butir
Perhitungan cara I: (2 × 3) × 4. Perhitungan cara II: 2 × (3 × 4).
Hasil perhitungan dengan kedua cara adalah sama. Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada perkalian.
Secara umum, sifat asosiatif pada perkalian dapat ditulis:

(a × b) × c = a × (b × c)

dengan a, b, dan c bilangan bulat.



c. Sifat Distributif (Penyebaran)


a. (3 × 4) + (3 × 6) = 3 × (4 + 6)

Angka pengali disatukan

3 × 4 dan 3 × 6
mempunyai angka pengali yang sama, yaitu 3

yang menggunakan sifat distributif.
Benarkah bahwa (5 × 13)
– (5 × 3) = 5 × (13 – 3)?

Penghitungan dilakukan dengan cara menjumlah kedua angka yang dikalikan (4 + 6). Kemudian hasilnya dikalikan dengan angka pengali (3).
3 × (4 + 6) = 3 × 10 = 30. Mengapa cara ini digunakan.
Karena menghitung 3 × (4 + 6) = 3 × 10 lebih mudah daripada menghitung (3 × 4) + (3 × 6).

(5 × 13) – (5 × 3) mempunyai angka pengali yang sama, yaitu 5.
Angka pengali disatukan menjadi 5 × (13 – 3). Diperoleh:
(5 × 13) – (5 × 3) = 5 × (13 – 3) Contoh di atas merupakan pengurangan dengan sifat distributif.


b.15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2)


Angka pengali dipisahkan


15 × (10 + 2) mempunyai angka pengali 15

Penghitungan dilakukan dengan cara kedua angka
yang dijumlah (10 dan 2) masing-masing dikalikan dengan angka pengali (15), kemudian hasilnya dijumlahkan.
15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2)
= 150 + 30
= 180

Cara ini juga untuk mempermudah penghitungan karena menghitung (15 × 10) + (15 × 2) = 150 + 30 lebih mudah daripada menghitung 15 × (10 + 2)
= 15 × 12.

Cara penghitungan seperti di atas menggunakan sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan. Secara umum, sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan dapat ditulis:

a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
a × (b – c) = (a × b) – (a × c)

dengan a, b, dan c bilangan bulat

4. Menggunakan Sifat Komutatif, Asosiatif,
dan Distributif
Sifat komutatif, asosiatif, dan distributif dapat digunakan untuk memudahkan perhitungan.
Perhatikan contoh berikut.
1. Menghitung 5 × 3 × 6
Cara 1:

5 × 3 × 6 = 5 × 6 × 3

= (5 × 6) × 3
= 30 × 3
= 90

Menggunakan sifat komutatif, yaitu menukar letak angka 3 dengan 6.

Menggunakan sifat asosiatif, yaitu mengalikan 5
dengan 6 terlebih dahulu agar mudah menghitungnya.

Cara 2:
5 × 3 × 6 = 3 × 5 × 6

= 3 × (5 × 6)
= 3 × 30
= 90

2.Menghitung 8 × 45

Menggunakan sifat komutatif, yaitu menukar letak angka 3 dengan 5.

Menggunakan sifat asosiatif, yaitu mengalikan 5
dengan 6 terlebih dahulu agar mudah menghitungnya.

Cara 1: menggunakan sifat distributif pada penjumlahan
8 × 45 = 8 × (40 + 5)
= (8 × 40) + (8 × 5)
= 320 + 40
= 360
Cara 2: menggunakan sifat distributif pada pengurangan
8 × 45 = 8 × (50 – 5)
= (8 × 50) – (8 × 5)
= 400 – 40
= 360


B. Menaksir Hasil Pengerjaan Hitung
Dua Bilangan

1.MenaksirHasilPenjumlahandanPengurangan

Menaksir hasil penjumlahan atau pengurangan dua bilangan berarti memperkirakan hasil penjumlahan atau pengurangan dari kedua bilangan tersebut. Caranya dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan tersebut dijumlahkan atau dikurangkan. Perhatikan contoh berikut.
a. Tentukan taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79
Langkah pertama, bulatkan setiap bilangan ke puluhan terdekat. Caranya sebagai berikut. Perhatikan angka satuannya. Jika satuannya kurang dari 5 dibulatkan ke nol. Jika satuannya lebih atau sama dengan 5 dibulatkan ke 10.
5 3 50 + 0 = 50
kurang dari 5
dibulatkan menjadi 0

Berarti 53 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 50.
7 9 70 + 10 = 80
lebih dari 5
dibulatkan menjadi 10


Di kelas IV kamu sudah belajar membulatkan bilangan.
Pada pembulatan ke satuan terdekat.
Angka persepuluhan (desimal) kurang dari 0,5 dibulatkan ke nol. Sedangkan angka per- sepuluhan (desimal) lebih atau sama dengan 0,5 di- bulatkan ke satu.

29, 4 29 + 0 = 29
kurang dari 5
dibulatkan menjadi 0

23, 7 23 + 1 = 24
lebih dari 5
dibulatkan menjadi 1
Angka 53 lebih dekat ke 50
daripada ke 60.
Berarti 53 dibulatkan menjadi
50.
Angka 79 lebih dekat ke 80
daripada ke 70.
Berarti 79 dibulatkan menjadi
80.

Berarti 79 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 80. Langkah kedua, jumlahkan hasil pembulatan dari kedua bilangan.
50 + 80 = 130
Jadi, taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79 adalah
130.
Ditulis 53 + 79 = 130.

dibaca kira-kira, merupa- kan tanda yang menyatakan hasil perkiraan dari proses penghitungan.

b. Tentukan taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222
Langkah pertama, bulatkan setiap bilangan ke ratusan terdekat.
Perhatikan angka puluhannya. Jika puluhannya kurang dari 50 dibulatkan ke nol. Jika puluhannya lebih dari 50 dibulatkan ke 100.

599

500 + 100 = 600

Angka 99 lebih dari 50 maka
99 dibulatkan menjadi 100.


dibulatkan menjadi

Angka 22 kurang dari 50 maka
22 dibulatkan menjadi 0.

222

200 + 0 = 200

dibulatkan menjadi
Langkah kedua, kurangkan hasil pembulatan dari kedua bilangan 600 – 200 = 400.
Jadi, taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222
adalah 400.
Ditulis 599 – 222 = 400.


Menaksir Hasil Kali dan Hasil Bagi
Cara menaksir hasil kali atau hasil bagi dua bilangan yaitu dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan dari kedua bilangan tersebut dikali atau dibagi.


Banyak kelompok yang ikut gerak jalan 18 tim. Setiap tim beranggotakan
21 anak.


Berapa kira-kira jumlah anak yang ikut gerak jalan?

Lambang taksiran yaitu ?. Misalnya 21 × 29 = 20 × 30
= 600
Dibaca dua puluh satu kali dua puluh sembilan kira-kira enam ratus.

10 Bilangan Bulat

Angka 8 lebih dari 5. Angka 8 dibulatkan ke 10.
Jadi, angka 18 dibulatkan ke

Banyak tim = 18

dibulatkan 20.

puluhan terdekat menjadi 20. Angka kurang dari 5.

Banyaknya anggota setiap tim = 21

dibulatkan 20.

Angka 1 dibulatkan ke 0.

Taksiran jumlah siswa = 20 × 20 = 400.
Jadi, jumlah anak yang ikut gerak jalan kira-kira ada 400.

Apabila hasil perkaliannya dibulatkan, diperoleh hasil berikut.
18 × 21 = 378 (hasil sebenarnya) Pembulatan ke puluhan terdekat:
378 = 370 + 10 = 380
dibulatkan menjadi

Jadi, angka 21 dibulatkan ke
puluhan terdekat menjadi 20.

Angka 8 lebih dari 5.
Angka 8 dibulatkan menjadi
10.

378 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 380. Jadi, 18 × 21 = 380.
Pembulatan ke ratusan terdekat:
378 = 300 + 100 = 400
dibulatkan menjadi

Angka 78 lebih dari 50. Angka 78 dibulatkan menjadi
100.

378 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 400. Jadi, 18 × 21 = 400.

Apabila panitia menyediakan minuman sebanyak 576 botol untuk peserta gerak jalan, kira-kira berapa botol minuman yang didapatkan setiap tim?
Permasalahan di atas diselesaikan dengan menaksir. Begini penyelesaiannya.
Banyak minuman yang didapatkan setiap tim:
576 : 18

576 = 500 + 100 = 600
dibulatkan menjadi

576 : 18 = 600 : 20
= 30


18 = 10 + 10 = 20

dibulatkan menjadi

Diperoleh 600 : 20 = 30.
Jadi, banyak minuman yang didapatkan setiap tim kira- kira 30 botol.

Secara umum, cara menaksir hasil kali dan hasil bagi sebagai berikut.
1. Bulatkan bilangan-bilangan yang dioperasikan.
2. Kalikan atau bagilah bilangan-bilangan yang dibulatkan itu.